Menghindari Masalah Alur Kas

Masalah ini sangat umum dan dialami banyak bisnis. Artikel ini membahas masalah dan cara menghindarinya.

​Setiap bisnis perlu menjaga alur kas positif untuk berkembang. Ini dikarenakan bila alur kas menipis, bisnis akan mengalami kendala membayar gaji atau biaya, membeli stok barang dan membayar supplier.

Walaupun pengusaha kecil mengerti pentingnya pengaturan alur kas, tetapi sebagian besar masih terbelit dengan masalah ini.

Menurut analisa, hampir setengah hutang faktur berumur 30 hari dibayar telat, begitu juga dengan hutang berumur 45, 60 dan 90 hari. Banyak usaha menanti pembayaran dari usaha kecil. Tidak hanya itu, banyak perusahaan besar juga sebisa mungkin membayar telat ke usaha kecil. Dan masalah pembayaran telat ini menggandrungi hampir setiap industri.

Apakah usaha Anda juga senantiasa mengalami pembayaran telat? Bila iya, maka ada perlunya bila Anda mengamati lagi bagaimana Anda memulai hubungan dengan klien yang baru, membuat perubahan untuk menghindari kebiasaan pelunasan yang telat. Beberapa cara di antaranya:

  • Lakukan credit check terhadap klien. Bila Anda mencurigai potensial klien akan memberikan masalah, cari referensi tentang klien tersebut terlebih dahulu.
  • Selalu membuat kontrak. Dengan adanya kontrak yang sah melindungi Anda dari peristiwa yang tidak Anda inginkan. Dengan demikian, kedua belah pihak mengerti apa yang telah disetujui, hitam di atas putih.
  • Pembayaran di muka. Minta pembayaran atau down-payment sebagian atau seluruh sebelum pekerjaan dimulai.

Masalah alur kas umum terjadi dalam dunia bisnis dan menghambat bahkan membahayakan bisnis. Akan tetapi, dengan jalan yang benar dan memakai sistem yang baik, Anda lebih dapat menghindarinya.