Cara Menentukan Debit dan Kredit dalam Jurnal

Dalam proses akuntansi pembukuan, transaksi yang terjadi dalam usaha menjadi dasar dari pencatatan dalam jurnal. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah demi langkah dalam menentukan posisi debit dan kredit dari setiap akun pada saat Anda hendak mencatat transaksi ke dalam jurnal.

Sebelumnya, penting bagi kita untuk mengetahui Kelompok akun dalam akuntansi yang terbagi atas 6 kelompok yaitu: Asset (Harta), Liability (Hutang), Equity (Modal), Revenue (Pendapatan), COGS (Beban) dan Expense (Biaya).

Maka dasar penentuan debit dan kredit pada akun sebagai berikut:

KelompokDebitKredit
Asset (Harta)BertambahBerkurang
Liability (Hutang)BerkurangBertambah
Equity (Modal)BerkurangBertambah
Revenue (Pendapatan)BerkurangBertambah
COGS (Beban)BertambahBerkurang
Expense (Biaya)BertambahBerkurang

Pada tabel diatas dapat dilihat kelompok akun beserta posisi debit dan kredit saat menambahkan atau mengurangkan saldo. Tabel diatas menjadi acuan saat menganalisa transaksi keuangan, apakah dicatat pada jalur debit atau kredit.

Sekarang, apa saja akun yang tergolong dalam masing-masing kelompok akun? Yang tergolong dalam Asset (Harta) antara lain akun kas, persediaan dsb. Kelompok Liability (Hutang) meliputi hutang usaha, hutang pajak dsb. Kelompok Equity (Modal) termasuk Modal Usaha. Kemudian, dalam Kelompok Revenue (Pendapatan) terdapat penjualan barang, pendapatan jasa, pendapatan bunga dsb. Dalam Kelompok COGS (Beban) terdapat harga pokok dalam penjualan, pembelian barang dsb. Dan, yang tergolong dalam Expense (Biaya) antara lain beban usaha, operasional, gaji, iklan, air, listrik, telepon dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, pada tanggal 3 Maret 2019, Budiman membeli perlengkapan untuk usaha bengkelnya senilai Rp 1.000.000,00 dengan tunai. Maka, analisa terhadap transaksi yang dilakukan Budiman mengakibatkan akun Perlengkapan menjadi bertambah, sedangkan akun Kas berkurang atas pembelian tersebut. Masing-masing kas berkurang pada posisi kredit dan perlengkapan bertambah pada posisi debit.

Contoh lain, Budiman mereparasi motor pelanggan dan menerima pendapatan jasa sebesar Rp 250.000,00. Analisa untuk transaksi ini, terjadi penambahan akun kas dan akun pendapatan, masing-masing kas bertambah pada posisi debit dan pendapatan bertambah pada posisi kredit.

Demikian cara menentukan debit dan kredit dalam transaksi usaha. Software akuntansi Swift Accounting, membantu Anda mencatat jurnal dengan otomatis pada setiap transaksi penjualan maupun pembelian. Dan bila perlu, Anda juga dapat menambah transaksi jurnal dengan mudah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *